Jokowi Secara Resmi Menerbitkan Peraturan Presiden Tentang Komando Operasi Khusus

Jokowi Secara Resmi Menerbitkan Peraturan Presiden Tentang Komando Operasi Khusus
Jokowi Secara Resmi Menerbitkan Peraturan Presiden Tentang Komando Operasi Khusus

Presiden Joko Widodo mendukung Komando Operasi Khusus atau Koopssus TNI. Unit ini secara resmi dibentuk setelah Jokowi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2010 tentang Struktur Organisasi Tentara Nasional Indonesia.

“Dengan pertimbangan menghadapi ancaman yang memiliki eskalasi tinggi dan dapat membahayakan ideologi negara, kedaulatan negara, keutuhan wilayah Republik Indonesia (NKRI), dan melindungi seluruh bangsa Indonesia, pemerintah memandang perlu untuk membentuk Komando Operasional Tentara Nasional Indonesia, “dikutip dari situs web Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Jokowi Secara Resmi Menerbitkan Peraturan Presiden Tentang Komando Operasi Khusus
Jokowi Secara Resmi Menerbitkan Peraturan Presiden Tentang Komando Operasi Khusus

Koopssus TNI ini dibentuk dari kombinasi tiga dimensi. Dimensi darat, laut, dan udara. Koopssus diklaim dicirikan oleh kemampuan khusus dengan tingkat gerak dan kesuksesan yang tinggi. Menurut Peraturan Presiden Nomor 42, Koopssus TNI memiliki tugas untuk melakukan operasi dan kegiatan khusus untuk mendukung pelaksanaan operasi khusus yang membutuhkan kecepatan tinggi dan keberhasilan untuk menyelamatkan kepentingan nasional di dalam dan di luar wilayah Republik Indonesia dalam mendukung tugas utama TNI.

Pasal 46b ayat (2) Keputusan Presiden No. 46 Tahun 2019 berbunyi, “Koopssus TNI dipimpin oleh Panglima Koopsus TNI bernama Dankoopssus TNI yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI, dalam melaksanakan tugas sehari-hari yang dikoordinasikan oleh Kepala Staf Militer. ”

Sementara dalam Pasal 46b ayat (3) disebutkan, Dankoopsus TNI dibantu oleh Wakil Komandan Koopssus TNI yang disebut Wadankoopssus TNI.

Dalam lampiran Perpres ini disebutkan, Dankoopssus TNI dipegang oleh perwira bintang 2 (Pati) berpangkat tinggi, sementara Wadankoopssus TNI dipegang oleh bintang 1 Pati.

Koopssus TNI sebelumnya dibentuk oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko pada tahun 2015. Pasukan terdiri dari 90 orang yang akan berstatus operasi. Jika perlu, mereka dapat segera dikerahkan.

Komandan TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa dia telah mengajukan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun untuk Koopssus TNI ini. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun infrastruktur dan memasok peralatan seperti senjata. Selain itu, TNI akan membangun jaringan Koopssus di daerah-daerah yang dirancang untuk mendeteksi dugaan posisi teroris.

Be the first to comment

Leave a Reply