Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti Melepas 173 Ribu Benih Lobster di Bali

Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti Melepas 173 Ribu Benih Lobster di Bali
Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti Melepas 173 Ribu Benih Lobster di Bali

Secara konsisten menghentikan penyelundupan benih lobster ilegal yang semakin lazim, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melepas 173.800 benih lobster di Bali pada Sabtu lalu. Pelepasan itu dilakukan di dua lokasi, yaitu perairan Pulau Nusa Penida dan kawasan Nusa Dua, Bali.

Benih lobster adalah hasil tangkapan ilegal yang berhasil diamankan oleh Markas Besar Kepolisian Daerah Lampung Ditkrimsus Tipidter dan Pusat KIPM Lampung melalui penggerebekan rumah di Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.

Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti Melepas 173 Ribu Benih Lobster di Bali
Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti Melepas 173 Ribu Benih Lobster di Bali

“Penggerebekan dimulai dengan informasi dari masyarakat tentang kecurigaan sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat berlindung benih lobster. Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan dengan benar keberadaan benih lobster di rumah tersebut,” kata Kepala BKIPM Rina yang dikutip dari pernyataan tertulis.

Dalam serangan ini, 306.650 benihlobster ditemukan setara dengan Rp. 47,35 miliar yang diselamatkan.

Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan dan / atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Kepiting, lobster yang berukuran terlalu kecil dan bertelur tidak boleh diambil dari perairan Indonesia. Menteri Susi menekankan bahwa benih lobster tidak lagi ditangkap karena mengancam keberlanjutan lobster.

Ini karena lobster tidak dapat dibudidayakan di laboratorium di rumah. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa penjualan benih lobster merugikan karena nilai jualnya terlalu kecil jika dibandingkan dengan nilai jual lobster dewasa.

“Bibit lobster diambil dan dijual seharga Rp3.000, Rp. 10.000, Rp. 30.000 per ekor. Padahal, harga satu ekor lobster sama dengan harga 30, 40, 50 kg ikan,” jelasnya.

Sejalan dengan ini, Menteri Susi berharap bahwa benih lobster yang dikeluarkan akan dibiarkan tumbuh di alam dan dipanen oleh nelayan sebagai orang dewasa. “Semoga bisa tumbuh besar, diambil, dipanen oleh nelayan. Tapi bukan bijinya. Kalau bijinya akan habis untuk waktu yang lama,” perintahnya.

Menteri Susi menjelaskan, penyelundupan benih lobster sebenarnya bukan fenomena baru. Hanya saja, sejauh ini, praktik ilegal ini belum mendapat perhatian yang cukup untuk menjadi praktik bisnis seperti biasa. Karena itu, ia juga memberikan perhatian khusus dan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku penyelundupan benih lobster. Jelas, hasilnya sudah mulai terlihat hari ini.

“Sebelumnya tidak ada yang menangkap (pelaku penyelundupan benih lobster). Dari 1995, benih lobster sudah mulai dibawa di Lombok, sekarang di mana-mana. Ya, kami mulai dilarang dan plastisitas, ekspor lobster dari Vietnam sudah turun drastis sementara ekspor lobster kami sudah mulai naik, “jelasnya.

“Saya harap semua orang sadar untuk tidak mengambil benih lobster lagi,” kata Susi.

Be the first to comment

Leave a Reply